Archive for January, 2008

Views from the bottom

Tuesday, January 29th, 2008

Berkecimpung dengan atom, memang sangat mengasyikkan.. Anda bisa memanipulasi atom, dapat memprediksi tingkah laku molekul, dan juga bisa menyusun satu lapisan dengan atom satu persatu. Memang sangat mempesona..

Hampir setengah abad yang lalu, di tahun 1959 tepatnya pada tanggal 29 Desember, seorang Fisikawan dan peraih nobel dalam bidang teori quantum elektrodinamik memberikan sebuah kuliah ilmiah dalam rangka pertemuan komunitas Fisika Amerika (American Physical Society) di California Institute of Technology. Dalam kuliahnya tersebut Richard P. Feynman mengekspresikan sebuah ide tentang bagaimana memanipulasi dan mengontrol sebuah objek dalam skala kecil. Ketika itu ide Feynman tersebut dianggap sebagai guyonan komunitas Fisikawan dalam eranya. Namun ide Feynman menjadi bahan pemikiran serius ketika pada tahun 1981, Binnig dan Rohrer, dua ilmuwan IBM, membuat alat yang dinamakan Scanning Tunnelling Microscopy (STM), yang berbasis pada efek quantum tunnelling. Dengan menggunakan alat ini, kita benar benar bisa melihat struktur atom dan molekul, hingga dimulailah era nanoteknologi. Pada tahun 1985, Tom Newman, seorang mahasiswa program doctoral di Stanford menggunakan electron beam sebagai pena untuk menulis sebuah kalimat pada halaman pertama “A Tale of Two Cities “ buku karangan Charles Dickens dengan ukuran 1/25000 dari ukuran pena yang biasa digunakan.

Ibm_2Yang sangat mengesankan, di tahun 1989, adalah ketika tim ilmuwan IBM mampu menyusun atom Xenon satu persatu menuliskan logo perusahaannya.

 

Melihat perkembangan teknologi yang berkembang saat ini, tidak dipungkiri lagi bahwa prediksi Feynman memang menakjubkan. Teknologi saat ini berada dalam orde teknologi nano atau teknologi yang berdasarkan pada ukuran 1/1.000.000.000 m. Mengapa teknologi nano sangat penting? Secara kimiawi, atom dan molekul berada dalam orde nano dan secara ilmu Fisika atom-atom tersebut terikat secara kuat. Dengan melihat atau menginvestigasi sebuah materi ke dalam orde nano maka kita akan dapat merekayasa dan mengontrol sebuah materi menjadi suatu bahan atau mesin dalam ukuran sangat kecil. Bahkan dimungkinkan pula dengan perkembangan teknologi nano akan tercipta sebuah mesin cerdas berdimensi molekuler yang dapat bermanfaat dalam berbagai bidang seperti biologi, kimia, mikroelektronik, optik, dan sebagainya. Sebagai contoh di sini kita tinjau perkembangan teknologi elektronika, perkembangan industri elektronik dimulai ketika ditemukannya transistor oleh Bardeen, Brattain, dan Shockley pada tahun 1947 dan ditemukannya model integrated circuit atau biasa dikenal IC pertama kali oleh Jack Kilby pada tahun 1959. Kini seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi elektronik yang berdasarkan pada teknologi semikonduktor, peranan teknologi nano kian menjadi primadona ilmuwan untuk mengembangkan piranti elektronik yang super cepat. Perkembangan teknologi elektronik yang terkait pula dengan majunya teknologi nano dapat mengacu kepada hukum Moore yang menyatakan bahwa jumlah transistor pada suatu chip (IC) akan menjadi dua kali lipat dalam waktu 18-24 bulan. Perkembangan teknologi tersebut telah mampu menghasilkan sebuah komputer yang memiliki performance tinggi. Berbicara tentang teknologi komputer, kita selalu mengacu pada seberapa cepat kemampuan sebuah procesor. Procesor adalah sebuah piranti elektronik yang tersusun dari transistor di dalam sebuah sirkuit terintegrasi (IC). Berdasarkan data dari Intel.co, pada awal tahun 1980an kita mengenal komputer prosesor 286, komputer tersebut memiliki jumlah transistor kurang lebih 100.000 buah. Pada pertengahan tahun 1990an kita mengenal intel pentium II yang memiliki jumlah transistor 10 juta buah, pada tahun 2000an awal pentium IV lahir dengan jumlah transistor kurang lebih 100 juta buah,dan kini perkembangan prosesor komputer sudah dalam era dual core itanium yang menggunakan 2 buah prosesor dengan jumlah transistor kurang lebih 1 milyar buah. Semakin kecil dan semakin banyak jumlah transistor dalam chip menunjukan semakin tinggi pula kecepatan chip tersebut. Misal, dulu sebelum mengenal era pentium 4 prosesor komputer berada dalam orde Megahertz (106) dan setelah era pentium 4 prosesor sebuah komputer sudah mencapai orde Gigahertz (109 Hertz).


Cnt
Sebuah pertanyaan muncul terkait dengan ukuran nano, mengapa sesuatu yang kecil itu cepat?
Cepat disini mengacu pada waktu transit elektron di sebuah gerbang (gate) dalam transistor, misal untuk transistor berbasiskan Silicon panjang gate-nya kurang lebih 10 nm sedangkan untuk transistor berbasiskan carbon nanotube (CNT) panjang gate-nya mencapai kurang lebih 1 nm. Konsekuensi yang diperoleh dari semakin kecilnya gate sebuah transistor adalah jarak antara sumber (source) dan penguras (drain) semakin dekat maka waktu transit akan semakin cepat pula sehingga hal tersebut mempercepat kinerja dari komputer.

Hanya sekedar berbagi, inilah contoh beberapa gambar dari lab saya, dan beberapa sumber lainnya , diambil menggunakan instrumen atomic force microscopy (AFM) dan scanning tunneling microscopy (STM).

 

  Au        Au_surface02

          (1) struktur atom emas                                           (2) permukaan emas

Emas memang pantas disebut logam mulia. Sederhana saja, disimpan sampai kapanpun, nilainya tidak akan berkurang. Secara kimiawi, emas, elemen bersimbol Au (latin, Aurum: bersinar) dengan nomor atom 79 sangat susah teroksidasi. Inilah alasan mengapa emas banyak digunakan sebagai pelapis komponen elektronika. Dan emas pula yang paling banyak digunakan sebagai substrate, tempat untuk mendeposisi molekul. Seperti inilah bentuk permukaan lapisan tipis emas dan struktur atomnya (3D). Semakin rata (flat) permukaan lapisan emas yang dibuat (singe crystal), akan semakin mudah untuk meng-couple molekul dan makin mudah pula untuk mengamatinya. Harga emas single-crystal ini pun sangat mahal.

Second_prize
Gambar berikutnya, merupakan permukaan sel darah merah manusia setelah diberikan antibiok jenis peptida, Phyllomelitt
in

Pemberian antibitiok, memang memberikan efek terhadap sel darah, dimana nampak permukaan sel mengalami disrupsi.

 

Fifth_prize_2
Sekilas tampak seperti bunga. Namun, ini adalah ferrite (besi) yang dideposisi diatas permukaan silicon.
Formasi Ferrosilikon (FeSi) inilah yang berbentuk seperti bunga daisy.

 



Escheria_coli
Kalo anda mencret-mencret, bakteri inilah yang bertanggung jawab. Sekilas mirip dengan sosis, namun, ini adalah Escheria coli yang sudah dikeringkan. Ukuran satu bakteri ini kira kira 1,9 x 1 mikrometer sedang flagella-nya berukuran kira kira 30 nanometer.



Sweet_sunset
Ada gula ada semut. Begitu kata pepatah. Mungkin ada benarnya Setidaknya, mungkin karena melihat struktur kristal gula ini lah para semut menjadi terpikat.

 


 

Hutan_gundulpolymer_2
Sekilas mirip dengan hutan gundul. Ini adalah gambar 3D dari sejenis polymer (polystyrene) yang dideposisi di atas molekul bergugus asam amino pada permukaan lapisan emas Dalam kehidupan sehari-hari, anda temui banyak sekali barang yang terbuat dari polymer, seperti misalnya plastik. Namun, tujuan dari project ini adalah menciptakan smart method untuk drug delivery sistem, yaitu, dimana nantinya, sebuah obat, akan dibawa masuk ke dalam tubuh manusia oleh semacam nano-mesin/nanobot, sehingga obat tersebut hanya akan sampai pada daerah/sel/jaringan yang terinfkesi tanpa mengganggu sel sehat lainnya.


Teknologi nano selain berperanan besar dalam industri elektronik juga sangat bermanfaat dalam perkembangan teknologi lainnya. Diantara manfaat dari teknologi nano adalah untuk meningkatkan kualitas sel surya dengan menggunakan carbon nanotube, membuat nanobiosensor untuk mengontrol kadar gula dalam darah, membangun chip dari bahan organic (molekuler), fabrikasi DNA, RNA untuk rekayasa genetika, dll. Namun, layaknya ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang inipun memberikan implikasi yang besar di bidang moral dan etika. Saya hanya berharap, apapun hasil yang ditemukan oleh ilmuwan dari lab-nya, adalah selalu beranjak dari niat yang tulus, yaitu untuk membantu dan meningkatkan kualitas hidup umat manusia.

 

Salam Hangat,

 

Ican (DE)

Iwan (SQ)

 

Sumber photo:

Photo-photo diatas, selain hasil lab saya, juga beberapa yang saya ambil dari internet (www.nanotec.es) dan wikipedia (gambar nanotubes)

Blu-Ray Disc

Saturday, January 26th, 2008
 

200pxbluray_disc_bdre_4
Akhir pekan lalu, ketika berada di sebuah toko elektronik,
mata saya tertumbuk pada sebuah cakram data jenis baru, Blu-ray disc (BD/keping
biru). Terlihat beberapa laptop pun sudah menggunakan BD-player, bukan lagi
CD/DVD player. O la la.. masih teringat segar dalam ingatan, di penghujung tahun 2004, seorang ilmuwan
dari perusahaan elektronik terkemuka, memberikan pencerahan tentang pembuatan cakram
data jenis baru, yang menggunakan laser biru. Saat itu ditunjukkan juga sebuah
prototype awal dari keping biru (BD). Benar sekali, penamaan keping biru (BD)
ini pun berasal dari warna laser yang digunakan untuk menulis data, dengan
panjang gelombang 450 nanometer (nm). Saat itu, satu keping disc yang
ditampilkan, mampu menyimpan data sebanyak 40 gigabyte (GB). Muncul lagi sebuah
revolusi baru dalam bidang elektronik .

Sebenarnya, saat ini kita semua tentunya sudah sangat
mengenal compact disc (CD) dan digital video disc (DVD). Bila anda potong
sebuah CD/DVD/BD, dan anda lihat dengan sebuah mikroskop optik, akan terlihat
bahwa

 

Dvdlayers02_4baik CD, DVD maupun BD terdiri daribeberapa lapisan plastik
polymer yang disebut polykarbonat, dan total ketebalan keping data ini biasanya
sekitar 1.2 milimeter. Semua keping cakram ini merupakan jenis optical data
storage. Jadi, data yang disimpan dan dibaca menggunakan cara optik.

Dvdpitsjpg_4
Layaknya sebuah pena, Laser-lah yang digunakan untuk bisa
menulis dan membaca diatas keping cakram ini. Data disimpan di dalam bagian
yang disebut Pit. Bagian pit
yang dibaca oleh Laser biasanya disebut Bump.
Lapisan
polykarbonat inilah yang melindungi pit yang berada di bawahnya. Biasanya, jika
CD atau DVD anda tergores cukup dalam, besar kemungkinan tidak dapat digunakan
lagi sebab Pit yang berada di bawah lapisan pelindung ini ikut rusak.

Bluray6_3

Untuk menulis
diatas keping cakram ini, digunakan laser merah dengan panjang gelombang 780 nanometer
(nm) untuk CD dan 650nm untuk DVD. Keping Biru/BD menggunakan laser biru dengan
panjang gelombang 450nm Jadi, semakin pendek gelombang laser yang digunakan,
semakin kecil pitch yang dibutuhkan, artinya, semakin banyak jumlah data yang
dapat disimpan.

Sebuah BD (single-layer)
dapat menyimpan data sebesar 25 GB, bandingkan dengan sebuah DVD yang hanya 4.7
GB. Dan jangan bandingkan dengan sebuah CD yang maksimal hanya mampu menyimpan
data sebesar 800 megabyte (MB).

 

 

Bluray4_1

Selain itu,
kelebihan keping biru ini juga terletk pada lapisan pelindung-nya. Konon,
digunakan polymer jenis baru, sehingga lapisan ini tidak mudah tergores seperti
layaknya keping CD dan DVD. Menurut info yang saya baca dari internet, rumah
produksi film porno merupakan salah satu pemakai BD terbesar. Alasan mereka,
semakin banyak film yang bisa disimpan dalam satu keping sehingga pelanggan pun
terpuaskan. Alamaaakkk…

Sayangnya, satu
keping BD kosong masih terasa mahal, sekitar 25 € atau 45US$, bandingkan dengan
satu bundelan 25 keping DVD kosong (4.7GB) seharga 12€. Dan harga sebuah
BD-player pun sangat jauh lebih mahal daripada sebuah DVD-player. Mata sayapun
tertumbuk pada harga yang terpampang untuk sebuah laptop dengan internal
BD-player didalam nya, Bah, lebih dari 2500€. Pheww, .bagi saya, toch dengan CD
atau DVD pun saya sudah cukup puas.

 

Salam
Hangat,

 

ican  (20.01.2008)

 

-dari
berbagai sumber-